Jumat, 16 Agustus 2013

PANTAI MOALE



Pantai Moale adalah satu dari 14 pantai indah di pulau Nias. Pantai ini memiliki garis pantai yang lurus dan panjang. Bagi para pelancong, titik ini menjadi obyek yang wajib dikunjungi. Jaraknya sekitar dua jam perjalanan darat dari Teluk Dalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, atau sekitar tiga jam perjalanan dari Gunung Sitoli, Nias Induk. Di pantai ini berdiri kafe dan beberapa gubuk kecil berkapasitas enam sampai delapan orang untuk sekadar duduk-duduk menikmati indahnya laut.”Pantai Sorake di Nias Selatan juga bagus banget saat matahari terbit. Di bulan Juni-Juli banyak turis bertandang untuk berselancar,”

PANTAI ASU


Pulau terpencil ini termasuk dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Luas pulau ini kurang lebih 18 km2, dengan penghuni tetap sekitar 20 kepala keluarga.Bagi Anda yang ingin melepaskan diri dari rutinitas kehidupan kota yang membosankan, pulau ini memberi semua yang Anda inginkan. Situasi yang tenang, nyaman, serta keramahan warga setempat, akan membuat Anda betah tinggal berlama-lama di Pulau Asu. Di Pulau ini Anda dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berjemur di pantai, berenang, tracking keliling pulau, memancing, hingga surfing.

PANTAI HINAKO



               Perairan di sekitar  Kep. Hinako  memiliki kandungan sumber daya laut yang potensial untuk dikembangkan. Hamparan terumbu karang di wilayah ini cukup luas dan kaya akan berbagai jenis ikan karang dan biota lainnya. Kekayaan akan sumber daya laut di wilayah ini tidak hanya dimanfaatkan oleh nelayan setempat, tetapi juga oleh nelayan dari luar daerah, bahkan luar propinsi. Wilayah perairan ini sudah lama dijadikan ‘fishing ground’ oleh berbagai nelayan dari luar, terutama perusahaan besar yang menangkap ikan kerapu hidup, Napoleon dan ikan hias.Selain itu, pantai-pantai di gugusan pulau-pulau di wilayah ini mempunyai pasir putih dan celukan-celukan yang sangat indah dan ombak yang bagus untuk melakukan selancar yang berpotensi dikembangkan menjadi tempat wisata.

PANTAI TURELOTO


Satu lagi pantai di Pulau Nias yang indah dan mempunyai keunikan yang eksotis, Pantai Tureloto. Pantai ini termasuk kawasan administratif Nias Utara, Kecamatan Lahewa, tepatnya di Desa  Balõfadoro Tuho. Jarak dari Kota Gunung Sitoli sekitar 80 km yang dapat ditempuh kurang lebih 2 jam jalan darat dengan kendaraan bermotor. Pantai Tureloto ini adalah salah satu destinasi pariwisata pantai terpopuler di Pulau Nias selain Pantai Sorake.
 
Uniknya, pantai ini adalah bukanlah pantai yang memiliki ombak tinggi seperti Pantai Sorake yang umumnya adalah pantai yang disukai oleh wisatawan mancanegara yang menggemari olahraga selancar. Keistimewaan pantai ini adalah karang-karang eksotis yang sebelumnya berada di bawah laut menjadi berada di daratan pantai diakibatkan ‘surutnya’ air laut yang terjadi sejak peristiwa gempa bumi yang terjadi di Pulau Nias pada Maret 2005 silam. Keberadaan karang-karang tersebut tampaknya memberikan eksotika tersendiri bagi Pantai Tureloto, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Nias dilingkupi rasa penasaran untuk menyaksikan secara langsung bagaimana bentuk karang-karang yang sebelumnya berada di bawah laut tersebut.
 

Pantai Lagundri dan Sorake

Pantai Lagundri yang berpasir putih. Pantainya berada di sebuah laguna, bersebelahan dengan Pantai Sorake, sekitar 13 Km di selatan Kota Teluk Dalam. Di Kecamatan Pulau-pulau Batu juga ada lokasi menyelam, terumbu karang, serta ikan-ikan hias plus pantai berpasir putih. Ada juga peninggalan zaman megalitik berupa batu-batu megalit di Kecamatan Lahusa dan Gomo.

Selain itu, terdapat juga peninggalan cagar budaya, yaitu permukiman desa adat Nias di Bawomataluo yang terletak di pedalaman dan berada di puncak bukit. Kompleks tersebut menyimpan banyak pesona, khususnya kehidupan asli masyarakat di sana dengan berbagai tradisi di antaranya adalah Hombo Batu atau yang kita kenal sebagai Lompat Batu.

Kawasan tersebut sangat bagus untuk tujuan wisata. Pasalnya, di sepanjang Pantai Lagundri dan Pantai Sorake berjajar homestay yang siap melayani dan membuai wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai. Tarifnya cukup semurah penginapan melati. Sampai saat ini kalau kita naik feri dari Sibolga menuju Gunung Sitoli atau naik pesawat dari Polonia Medan ke Binaka, akan menjumpai banyak sekali turis berkulit putih. Mereka adalah penggemar olahraga selancar yang akan ke Pantai Sorake dan menikmati keindahan pantai pasir putih di Lagundri. Wajar saja mereka berdatangan ke sana. Sebab, Sorake dan Lagundri disebut-sebut sebagai tempat selancar paling baik kedua setelah Hawaii.

Pantai Pasir Merah


Pantai di daerah ini berwarna merah darah (pink) sehingga disebut sebagai “Gawu Soyo” (Pantai Pasir Merah) oleh masyarakat sekitar. Dan yang lebih uniknya lagi adalah bahwa pasir berwarna merah ini hanya membentang sepanjang 1 km sementara pasir pantai yang lainnya berwarna putih seperti halnya pantai-pantai lainnya di Pulau Nias. Pasir merahnya yang menawan dari jauh terlihat sekilas seperti tanah liat yang berwarna merah. Namun apabila di sentuh, ternyata pasir tersebut tentu saja bukanlah tanah liat karena warna merah pasir ini sangat pekat dan bulir-bulirnya yang begitu halus. Sehingga apabila kaki melangkah menelusuri pantai, bulir-bulir pasir tersebut tampak menempel ditubuh kita
Gawu Soyo ini berada di Desa Ombolata Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara. Berjarak sekitar 80 Km dari pusat Kota Gunungsitoli atau 100 Km dari bandar Udara Binaka dengan jarak tempuh 2,5-3 jam. Pantai ini bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua atau roda empat, namun bagi para pengunjung disarankan untuk membawa bekal makanan dari Gunungsitoli bila berkunjung ke sana karena masih belum adanya restoran atau rumah makan di sana. Boleh dibilang pantai ini masih perawan karena masih belum bersentuhan dengan hiruk-pikuk dunia luar. Namun pada bulan-bulan tertentu banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pantai ini, umumnya wisatawan yang berasal dari Eropa dengan membawa yacht mewahnya hanya untuk menikmati eksotisme pantai berpasir merah in